Dilepas, 66 Calhaj KBIH Mandiri Diminta Bekali Takwa & Sabar

Dilepas, 66 Calhaj KBIH Mandiri Diminta Bekali Takwa & Sabar
Calon haji dari KBIH Mandiri sedang mendengarkan tauziah ustadz Andi Kusuma Brata dalam acara Halal bi Halal dan Mangayubagya Kebrangkatan Haji Tahun 1440/2019 di Masjid Istiqlal Mandiri Centre, Jl Kahuripan Utara, Sumber, Surakarta.

SOLO, HADILA – Sebanyak 66 calon haji tahun 2019/1440 jamaah Kelompok Bimbingan Haji Indonesia (KBIH) Mandiri Surakarta, Minggu (23/6/2019), dilepas keberangkatannya oleh Ketua Yayasan Haji Mandiri Surakarta H Joko Riyanto.

Pelepasan calhaj yan telah mengikuti bimbingan haji sejak bulan Oktober 2018 itu diselenggarakan dalam acara Halal bi Halal dan Mangayubagya Kebrangkatan Haji Tahun 1440/2019 di Masjid Istiqlal Mandiri Centre, Jl Kahuripan Utara, Sumber, Surakarta.

Joko Riyanto berharap, calhaj yang dibimbing para ustadz di KBIH Mandiri menjalankan iabadah hajinya dengan baik berbekal ilmu yang telah diberikan selama ini. “Semoga Bapak Ibu semua, nantinya pulang dengan gelar haji mabrur,” kata Joko Riyanto.

Sementara itu ustadz H Andi Kusuma Brata sebagai pembicara dalam kegiatan itu mengingatkan kepada jemaah calhaj KBIH Mandiri untuk membekali diri dengan takwa dan sabar selama dalam proses menjalankan ibadah haji.

“Ini sesuai dengan firman Allah Surat Al-Baqarah:197, berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal,” papar Andi Kusuma Brata yang juga alumni KBIH Mandiri ini.

Satu hal yang juga sangat penting adalah soal kesabaran. “Dua bekal ini sangat penting. Takwa dan sabar. Takwa sudah jelas maknanya. Tapi yang namanya sabar, perlu pemahaman yang dalam. Yang jelas, sabar itu harus dimulai dengan prasangka yang baik dan pikiran jernih,” katanya.

Ketua Yayasan Haji Mandiri H Joko Riyanto menyerahkan secara simbolis koper untuk calhaj KBIH Mandiri Solo

Jadi, lanjut Andi, jangan ada prasangka buruk sedikitpun selama berada di Tanah Suci. Andi kemudian mencontohkan soal bagaimana sikap Aisyiah dan ayahnya, Abu Bakar, saat Nabi Muhammad saw melamar Aisyiah.

“Bapak, ibu bisa nggak membayangkan bagaimana sikap panjenangan sebagai seorang kaya, memiliki putri yang cantik jelita, masih muda kemudian dilamar seorang ustadz, yang tidak kaya, tapi hafidz Alquran,” kata Andi.

Sikap Aisyah dan Abu Bakar kala itu sungguh sangat bersyukur karena mereka berpikiran jernih dan selalu berprasangka baik. “Jangan dijawab, lha iya yang nlamar Nabi. Lha ini seumpama Anda yang punya putrid… putri Anda kan juga tidak seperti Aisyiah,” kata Andi.

Selain bekal takwa dan sabar, Andi juga mengingatkan soal pentingnya berkomunikasi dengan Allah, Rasullullah, dan sesame jemaaj selama di Tanah Suci. Gunakan semaksimal mungkin selama di Tanah Suci untuk selalu berkomunikasi dengan Allah dan Rasullullah. “Tapi jangan lupakan juga berkomunikasi dengan jemaah lainnya untuk saling bantu dan saling menolong,” katanya.

Menurut Joko Riyanto, calhaj jamaah KBIH Mandiri akan berangkat dari Solo pada tanggal 9 Juli 2019. “Semogo perjalanan Anda selama perjalanan dan hingga pulang nanti dilancarkan,” tutup Joko. (***)

Mulyanto Utomo
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos