Mangayubagya Kepulangan, Jamaah Haji Apresiasi KBH Mandiri

Mangayubagya Kepulangan, Jamaah Haji Apresiasi KBH Mandiri
Ketua Yayasan Haji Mandiri menyerahkan kartu keanggotaan haji kepada anggota KBH Mandiri yang baru pulang menunaikan ibadah haji

SOLO, MANDIRI –Kelompok Bimbingan Haji (KBH) Mandiri menyelenggarakan acara mangayubagyo penerimaan kembali jamaah haji, Ahad (1/9/2019), di Masjid Istiqlal. Sebanyak 66 haji rombongan jamaah KBH Mandiri telah kembali ke Tanah Air pekan lalu.

“Kami merasa bersyukur bisa bergabung di KBH Mandiri. Karena telah memperoleh bimbingan sebelum keberangkatan (manasik haji), selama menjalankan dan saat ini diterima kembali dengan lengkap, lebih khsusus dapat kembali dengan tepat waktu,” kata Sujarno, selaku wakil jamaah.

Sujarno mewakili 66 jamaah haji, memberi apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Yayasan Haji Mandiri beserta semua ustadz yang membimbing dengan dedikasi tinggi dan penuh keikhlasan.

Acara ini diselenggarakan secara rutin tiap tahun dengan mentradisikan panitia penyelenggara adalah jamaah haji tahun sebelumnya. “Tradisi mangayubagyo penerimaan kembali jamaah haji oleh jamaah haji tahun sebelumnya merupakan tradisi yang sangat baik. Selama ini jamaah haji tidak dipungut biaya selama mengikuti bimbingan sampai diterima kembali. Hal ini hanya ada di KBIH Mandiri,” demikian disampaikan ketua panitia penyelenggara H. Bambang Harjanto.

Sementara itu Ketua Yayasan Haji Mandiri H. Joko Riyanto mengatakan, jamaah setelah diterima kembali menjadi jamaah KBH Mandiri dijadikan sebagai ladang amal. Di samping itu ketua yayasan juga mengapresiasi saat ini arbituren Haji KBIH Mandiri menduduki jabatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan Ibadah haji baik di pemerintahan Kota Surakarta maupun di Kementerian Agama Kota Surakarta.

Pada acara mangayubagyo itu juga diisi dengan tauziah Ustaz Seno Hadisumitro yang mengulas tentang haji mabrur. Menurut Seno, Haji mabrur haji yang membawa perubahan positif dimulai dari diri sendiri baik aqidah, ibadah dan muamallah. Dalam hal aqidah haji mabrur tidak syirik dan tidak menuhankan selain Allah SWT. “Tidak syirik hidup menjadi mudah dan mantab”.

Haji mabrur, lanjut dia, juga menjaga konsistensi melaksanakan ritual ibadah. “Haji mabrur menjadi teladan dalam sholat berjamaah”.

Demikianpun dalam muamalah, menurut ustadz Seno, haji mabrur menjadi agen pembaharuan. “Haji mabrur menjadi agen pembaharuan dalam pekerjaan dan keluarga”. (Bambang Harjanto)

Mulyanto Utomo
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos