Pemasangan Atap Brunjung Masjid Taman Sriwedari Diawali Tasyakuran

Pemasangan Atap Brunjung Masjid Taman Sriwedari Diawali Tasyakuran
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Ahmad Purnomo menyerahkan potongan tumpeng kepada Pimpro Pembangunan Masjid, Agung Wibowo, Jumat (26/7/2019)

SOLO, MANDIRI – Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS) kini telah memasuki masa-masa akhir. Menandai tahap akhir pembangunan, Jumat (26/7/2019), Panitia Pembangunan MTSS bersama kontraktor PT Wika menyelenggarakan acara tasyakuran pemasangan atap brunjung masjid.

“Saat ini pembangunan sudah memasuki tahap-tahap akhir, karena sudah mencapai 46,97%. Untuk menandai hal itu, kita mengadakan tasyakuran sederhana ini agar pembangunan selanjutnya berjalan lancar,” kata Pimpinan Proyek Pembangunan MTSS dari PT Wika, Agung Wibowo.

Menurut Agung, seluruh konstruksi kerangka masjid semua telah terpasang. “Setelah selesai memasang atap sirap di penitih (teras), maka ini kami akan mulai melakukan pemasangan atap brunjung yang merupakan atap bagian paling atas masjid yang berbentuk joglo ini,” katanya.

Atap Masjid Taman Sriwedari nantinya berbentuk joglo, seperti Masjid Demak. Atap tersusun tiga merenggang. Paling atas disebut brunjung, tengah penanggap, dan paling bawah penitih (teras).

Agung juga menjelaskan bahwa saat ini menara utama setinggi 114 meter sedang dalam pembangunan rumah lift, sedangkan empat penara pendukung lainya dua sudah memasuki tahap pemasangan atap sedangkan dua lainnya menyelesaikan konstruksi tahap akhir.

Pada area sekitar masjid, sekarang ini juga sedang dibangun septic tank. Sementara bagian basement masjid, tambah Agung, lantainya sekarang ini sudah ditutup dengan granit. “Artinya, pembangunan masjid ini memang sedang dalam memasuki tahap-tahap finishing, termasuk ukiran kayu yang sekarang masih dikerjakan di Jepara. Tahapan seperti sekarang ini, memang agak melambat,” katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo, Ahmad Purnomo, pada kesempatan itu menyatakan optimistis pembangunan masjid pasti akan selesai. “Pembangunan masjid secara teknis saya kira tidak ada masalah. Problem utama dalam pembangunan ini adalah soal pendanaan. Di awal pembangunan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang sudah ada komitment untuk mengeluarkan dana dari CSR (corporate social responsibility), tapi ternyata itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” katanya.

Terkait dengan hal itulah, kembali mengimbau kepada semua pihak, seluruh masyarakat di wilayah Surakarta maupun dari luar wilayah Surakarta, perseorangan, lembaga, perusahaan atau instansi apapun untuk ikut serta menyumbang dana pembangunan masjid yang sekarang telah memasuki tahap akhir ini.

  1. “Yang jelas kita sudah tempuh berbagai usaha, dan Alhamdulillah hasilnya sudah mulai terlihat. Kami juga sudah mengimbau dan mengingatkan kembali sejumlah BUMN yang dulu sudah berkomitment, di samping kami terus menggali dana baru dari siapa saja. Karena itu sekali lagi kami berharap masyarakat untuk ikut menginfakkan dana dalam pembangunan masjid yang bakal menjadi ikon Kota Solo ini,” tambahnya. (***)
Mulyanto Utomo
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos