Pupuk Kemrabruran, Rombongan “Misfalah 50” Pengajian Rutin Sebulan Sekali

Pupuk Kemrabruran, Rombongan “Misfalah 50” Pengajian Rutin Sebulan Sekali
Rombongan haji KBIH Mandiri 2004/2005 Misfalah 50 berfoto bersama di Rumah Makan Omah Manahan, Minggu (16/2/2020)

SOLO, Mandiri — Rombongan haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Mandiri tahun 2004/2005 “Misfalah 50” kembali menggelar pengajian untuk memupuk kemrabruran haji mereka, Minggu (16/2/2020), di Rumah Makan Omah Manahan.
“Pengajian ini memang kami laksanakan sebulan sekali pada hari minggu (minggu ke -3). Selain bersilaturahmi, tujuan utamanya ya dalam rangka memupuk kemabruran haji kami semua ini,” kata Ketua Rombongan “Misfalah 50”, Dr H Sabar Narimo.
Dalam acara pengajian Minggu ke-3 Februari 2020 tadi, menurut H Sabar Narimo dihadiri sebanyak 24 orang dari 27 orang. “Sebanyak 27 orang itu yang masih setia dan biasanya rutin hadir, karena ada beberapa anggota lainnya jamaah dari luar kota,” jelasnya.

Pengajian ini, lanjut dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta ini, khas karena memadukan ajaran Islam dengan pedoman Alquran dan hadits, namun dipadukan dengan filosofi jawa.
Sabar Narimo kemudian mengutip hadits nabi: Barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir, maka jagalah lisanmu ( berkatalah yang baik). “Nah dalam filosofi jawa yang dikaitkan dengan hadits ini ada semacam peribahasa; Pangucap bisa dadi jalaran paseduluran, kaberkahan lan kamulyan, nanging pangucap bisa dadi jalaran memusuhan lan bisa dadi jalaraning pati,” jelasnya.
Karenanya, lanjut Sabar Narimo dalam khasanah Jawa ada kosa kata-kosa kata yang sarat makna yang terkait dengan pelajaran kebaikan seperti Ojo jedak kebo gupak, Ojo jedak kirik gudigen, Ojo jedak celeng boloten dan sebagainya. (***)

Mulyanto Utomo
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos