Silaturahmi Rombongan 5 Haji 2017 KBIH Mandiri: Pentingnya Selalu Istighfar…

Silaturahmi Rombongan 5 Haji 2017 KBIH Mandiri: Pentingnya Selalu Istighfar…
Rombongan 5 KBIH Mandiri 2017 foto bersama seusai pengajian rutin di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (30/8/2020).

KARANGANYAR, KBIHMANDIRI — Selalu berstighfar, atau memohon ampunan kepada Allah swt dalam setiap kesempatan adalah hal yang sangat penting. Manusia mulia sekelas Rasulullah saw yang sudah dijamin masuk surga dan “maksum” terbebas dari dosa pun selalu beristigfar memohon ampunan-Nya.
Hal itu dikemukakan Ustadz H Bambang Nugroho ketika menyampaikan tauziah kepada Rombongan 5 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Mandiri Tahun 2017 di Rumah Makan Nova, Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (30/8/2020).
Pertemuan Rombongan 5 KBIH Mandiri Tahun 2017 tersebut merupakan kegiatan rutin pengajian dua bulanan sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kemabruran haji. Ini merupakan pertemuan kali pertama sejak Februari 2020 sebelum pandemi covid-19.

Ustadz H Bambang Nugroho saat memberi tauziah

Ustadz Bambang mengutip hadis Ibnu Umar mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak pernah waktu pagi saya lewati kecuali saya membaca istighfar 100 kali.” (HR. At-Thabrani).
Dalam hadis lain dari Abu Hurairah juga disebutkan, “Sesungguhnya Nabi saw mengumpulkan manusia dan beliau berseru, ‘Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah. Sesungguhnya saya bertobat kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali.'” (HR. Imam Muslim dan An-Nasai).
Dua hadis di atas menurut ustadz Bambang mestinya menjadi pelajaran dan peringatan bagi kita semua sebagai manusia biasa yang pasti berlumur dosa. “Jika Nabi yang sudah terjamin bebas dari dosa saja setiap hari beristighfar 100 kali, seharusnya kita lebih dari itu,” katanya.
Ustadz Bambang juga menegaskan bahwa, istighfar sejatinya juga akan memberi manfaat yang besar bagi setiap manusia. Istighfar yangvrutin, kata ustadz Bambang akan menurunkan maghfiroh (ampunan) dari Allah, diberi hujan lebat yang bermanfaat, diberi tambahan harta, diberi anak, diveri hasil pertanian yang bagus, diberikan sungai dengan air yang baik, serta doanya akan dikabulkan.
Ustadz Bambang kemudian menceritakan kisah sejati seorang Imam Achmad bin Hambal terkait dengan pentingnya beristighfar.
Suatu ketika, kata ustadz Bambang, ulama besar itu ingin pergi ke Irak. Namun dalam perjalanan dia kemalaman, sehingga dia pun berinisiatif tidur di masjid. Namun oleh marbot masjid itu tidak boleh tidur di masjid.
Akhirnya dia pun melanjutkan perjalanan. Namun di tengah perjalanan dia bertemu dengan pedagang roti yang baik hati sehingga dan diminta tidur di rumah tukang roti. Pada saat di rumah tukang roti itulah Imam Achmad mendengarkan si tukang roti selalu beristighfar saat membikin adonan roti.
“Imam Achmad lalu menanyakan hal tersebut serta manfaat yang diperoleh darinistighfar itu. Si penjual roti menjawab bahwa dengan selalu beristighfar dia selalu dilapangkan hatinya, dimudahkan rezekinya, doa-doanya dikabulkan,” kata dia.
Namun, lanjut Ustadz Bambang, ada satu doa si tukang roti itu yang mengaku doanya belum dikabulkan, yaitu dia ingin bertemu ulama idolanya: Achmad bin Hambal. “Mendengar pernyataan itu, Imam Achmad langsung bertakbir: Allahuakbar… saya ini Achmad bin Hambal…” cerita ustadz Bambang. (***)

Mulyanto Utomo
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos